Sabtu, 01 September 2012

ANGGOTA DPRD TAPANULI TENGAH RESES KE II DI 6 DESA KEC. MANDUAMAS



Manduamas, Sangkakala


Anggota DPRD Tapanuli Tengah Pangihutan Sihotang AMd dari fraksi Partai Demokrat adakan pertemuan (reses) tahap II  DI 6  Desa Kec Manduamas sabtu tgl 01-09-2012 yang di pusatkan di Desa Binjohara ke 6 Desa tersebut yaitu Desa Binjohara ,Desa Saragih ,Desa Pagaran Naulu,Desa Sarmanauli,Desa Tumba jae dan Desa Tumba ca, dalam pertemuan itu dihadiri dari utusan setiap Desa ,tokoh masyiarakat,tokoh agama cerdik pandai serta dari organisasi kepemudaan  sebelum acara puncak diawali dari kata sambutan sekwilcam Kec Manduamas Nagori Siregar yang mengharapkan agar usulan masyiarakat  setiap Desa nantinya dapat di usulkan anggota DPRD  Kepemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah untuk dapat di tindak lanjuti ini adalah sesui dengan program Bupati Tapteng  menuju sejuta pesona ,di hadapan ratusan yg hadir Ketua PAC Parta Demokrat Kec Manduamas Timbul Sihotang menyatakan bahwa kita harus tunduk kepada pimpinan daerah kita,jangan Kec Manduamas ini mudah terprokasi oleh orang luar untuk memecah kesatuan dan persatuan kita Di Kec Manduamas,  kita harus mendukung sepenuhnya Bupati yang terpilih agar kita mendapat keberuntungan baik itu pembangunan ,prasarana jalan bidang pendidikan kesehatan dan lain sebgainya himbaunya ,Pangihutan Sihotang AMd  Anggota DPRD Tapteng dalam kata arahannya menyatakan bahwa Saya hanya dapat menampung aspriasi /usunan masyiarakat yang akan di teruskan ke tingkat pemerintah Kabupaten pembangunan apa yang  cukup mendesak  akan di bangun /diperbaiki di setiap Desa masing2 agar kedepan Tapanuli Tengah lebih sejahtera dan lebih maju serta mendukung program Bupati sejuta pesona maka yang timbul dalam usulan dari setia Desa iaitu dari Desa Saragih pengadan  Listrik  dan jalan ke Dusun Uruk timbul Desa Sarmanauli Listrik dan perbaikan jalan ,Desa Binjohara pengadan Air Minum ,Desa Pagaran Nauli Penambahan tenaga Guru di SD Neg Pagaran Nauli Desa Tumba ca Perbaikan Irigasi dan Desa Tumba jae pengadan Air Minum ,selesai tanya jawap diteruskan dengan makan siang  doa dari  Mintan Sihotang/s.tumanggor
Manduamas tgl 1-9-2012

Jumat, 13 Juli 2012

PILKADES SARAGIH KECAMATAN MANDUAMAS BERJALAN LANCAR



Manduamas panjidemokrasi
Pemilihan Kepala Desa saragih Kec Manduamas Tapanuli Tengah yang dilaksanakan tgl 10/7/2012 berjalan dengan lancar sangkakala yang menyaksikan jalannya Pilkades sejak awal sampai selesainya perhitungan suara  terlihat masyiarakat tidak mau meninggalkan tempat pemilihan suara pertanda antusias masyiarakat sangat tinggi dalam pelaksanan pemilihan Kepala Desa untuk menentukan pimpinan  Desa .
               Adapun calon Kades  yang akan dipilih sebanyak 4 calon iaitu Rusman Sinaga dengan lambang Padi mengalahkan calon lainnya dengan mendapat dukungan sebanyak 462 suara ;Dinson Tinambunan lambang Pisang  340 suara ;Suardi Barutu lambang Nenas 136 suara ;Simon Sihotang lambang kelapa 90 suara  batal 27 suaradengan jumlah DPT sebanyak 1356 orang yang hadir 1055 sura  dengan demikian yang berhak menjadi Kepal Desa Desa Saragih adalah Rusman Sinaga. Rusman Sinaga  saat di temui sangkakala seusai pemilihan program yang dilaksanakan adalah mengusulkan inspraktur jalan antara desa ke dusun masih ada lagi   belum dapat dilalui  kenndaran roda empat seperti Dusun Napa sragih ,Dusun perumahan sosial dan Dusun Uruk Timbul selain itu mengembangkan pertanian  pembukaan irigasi  pembukaan lahan yang masih kosong baik itu lahan persawahan karena Desa saragih adalah berpenghasilan Karet ,beras Kelapa sawit  tuturnya.

                BIAYA PEMILIHAN MEMBENGKAK KEBUTUHAN KECIL
Biaya pemilihan Desa Saragih sebanyak Rp 21.200.000 yang di tentukan oleh ketua P2KD (Panitia Pemilihan Kepala Desa) Halasan Hariannja salah seorang Guru SD Neg  biaya tsb dipungut dari para calon  sebanyak Rp 5.300.000/ calon lain lagi uang pendaftaran RP.350.000 /calon ,bantuan dari Kabupaten sebanyak Rp 7 juta rupiah.   total Rp. 28.200.000.- penentuan biaya pilkades para calon telah memprotes biaya tsb terlampau mahan namun apa dikata karena keinginan  untuk maju colan kepala Desa terpaksa kami turuti walaupun  biaya itu cukup mahal tutur mereka yang tak mau disebut namanya .adapun perincian biaya adalah untuk honor Ketua P2KD Rp 1.500.000 /5 bulan ,sekretaris Rp 1.250.000/5bulan ,bendahara Rp 1.250.000/5bulan 4 orang anggota panitia 4x Rp 1.250.00/5bulan= Rp 5.000.000.-biaya tratak RP 300.000.-Biaya panitia Kecamatan Rp500.000.-biaya makan panitia /undangn 50 bungkusxRp 8000=400.000.-biaya spidol copy surat2 minum agua dll diperkirakan Rp300.000 total keseluruhannya Rp 10.500.000 sedangkan total Dana Rp 28.200.000 termasuk dari bantuan Kabupaten kemana uang selebihnya ? diharapkan kepada Bupati tapanuli  Tengah Raja Bonaran Situmeang SH.MHm aga dapat menindak ketua panitia pemilihan dapat membuat pertanggungjawapan dana pilkades Desa saragih pelaksanan Pilkades turut  dihadiri camat Manduamas Drs Yusman Hutabarat,Kapolsek Kapten TR.Gea Danramik Peltu Sampe  Barasa anggota DPRD Tapteng Hariono Nainggolan /025
Mandumas tgl 13-07-2012

Selasa, 28 Februari 2012

Buruh Melakukan Aksi Mogok Kerja Berkepanjangan, PT SGSR Kebun Manduamas Terancam Tutup

MANDUAMAS  CAKRA
Pada hari ke-2 tertanggal 21 Juli 2011 Sebanyak 600-an para Pekerja/Buruh karyawan PT.SGSR kebun manduamas kabupaten tapanuli tengah (tapteng) melakukan orasi sekira pukul 15.00 wib dihalaman kantor besar PT.SGSR kebun manduamas yang langsung dikawal ekstra ketat dari pihak aparat kepolisian Polres tapteng guna mengantisipasi hal-hal yang muncul dari kalangan para buruh/pekerja karyawan PT.SGSR kebun manduamas
Aksi Mogok Kerja yang dilakukan buruh tersebut Sesuai dengan Orasi para buruh/pekerja perkebunan sawit itu dikompleks kantor perusahaan PT.SGSR manduamas.selama ini tindakan yang tidak terpuji itu dipertontonkan pihak perusahaan membuat Intimidasi terhadap pekerja/buruh sehingga pihak Investor yang sudah 20-an tahun lebih  berdiri masih memelihara “Budaya Takut” dan mengkutak-katik hak-hak buruh bahkan aspirasi buruh/karyawan itu di abaikan pihak perusahaan.sehingga para buruh mengecam management perusahaan PT SGSR kecamatan manduamas amburadul dan system pengupahan kepada buruh sampai saat ini tidak jelas.
Ketua FKUI-SBSI PT.SGSR kebun manduamas Edowart Sihotang dalam orasinya menyampaikan.jika perusahaan tidak memberikan hak-hak normative kepada buruh.maka buruh juga akan mengancam melakukan mogok kerja berkepanjangan.adanya aksi mogok kerja dilakukan mulai sejak pada tanggal 20 Juli 2011 hingga tanggal 28 Juli 2011 mendatang.jika memang tuntutan dan hak-hak buruh itu belum di penuhi perusahaan.maka buruh juga akan menambah jadwal mogok kerja yang akan berkepanjangan lagi.sehingga segala sesuatu kegiatan yang ada didalam perusahaan tersebut akan terhenti dan perusahaan diduga terancam akan tutup dan hengkang dari kecamatan manduamas kabupaten tapanuli tengah (tapteng)
Selanjutnya juga disampaikan kaum kiri ini,perusahaan yang sudah berdiri selama 20 tahun lebih dinilai tidak pernah memikirkan kesejahteraan buruh.bahka para pekerja yang sudah puluhan tahun diperusahaan tersebut selalu berstatus Buruh Harian Lepas (BHL) tanpa ada inisiatif untuk memikirkan kesejahteraan nasib karyawannya.sehingga para buruh juga menyampaian Orasinya ditengah panasnya terik matahari.namun buruh juga tetap bertahan untuk memberikan semangat sambil menyanyikan lagu Mars SBSI.
Menurut Alinafiah Siregar selaku Sekretaris FKUI-SBSI PT.SGSR kebun manduamas kabupaten tapanuli tengah (tapteng) menyampaikan tuntutan terhadap kinerja perusahaan PT.SGSR sangat buruh dan ceroboh disetiap mengambil keputusan terhadap karyawan.bahkan para karyawan selalu menerima bahasa Intimidasi dari pihak Manager Rayon I PT SGSR kebun manduamas Ir.Muzianto yang selalu bertindak diluar dugaan karyawan yang selalu memebrikan sanksi terjadinya Mutasi besar-besaran antar Afdeling. terhadap karyawan.sehingga karyawan tersebut dianggap tidak memiliki nilai.
“Sebelum ada keputusan dari perusahaan yang mampu membuat keputusan terhadap tuntutan buruh.maka buruh juga akan mengancam mogok kerja selama 7 (tujuh) hari.apabila perlu buruh juga akan mengadakan aksi mogok yang berkepanjangan.Sebelum pihak PT.SGSR Direksi Kantor (Dirkan) di Medan PT.SGSR Kenrik Ali turun kelapangan.maka pihak buruh akan selalu ngotot memperjuangkan hak-hak mereka yang selama ini telah terzolimi.
Dilanjutkannya,selama ini perusahaan PT.SGSR kebun manduamas memandang buruh dan karyawan hanya  dengan sebelah mata.sehingga segala kepentingan terhadap buruh selalu di kesampingkan.nasib buruh hanyalah sebagai pekerja dan selalu bekerja.jika tenaga buruh sudah habis maka buruh juga tidak lagi dipakai didalam perusahaan itu.karna sebaghagian buruh juga tidak memiliki Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) sehingga sikap yang dipertontonkan kepada buruh yang sudah sengsara kian di sengsarakan pihak perusahaan.maka perusahaan tersebut diduga “sarang perampok” yang menjadikan buruh sebagai tumbal perusahaan hanya demi kepentingan sang pengusaha untuk memperkaya diri sendiri seraya bersorak-sorak didepan kantor dan berkata “Tangkap Muzinto” sebagai dalang dan biang kerok kesengsaraan buruh.
Hasil Pantawan SKI CAKRA dilapangan.pihak klepolisian Polres tapteng mengadakan penjagaan ekstra ketat dari buruh yang menyampaikan aspirasinya,usai melakukan aksi orasi buruh/pekerja PT.SGSR kebun manduamas terasebut .maka secara teratur dan tertata.buruh bergegas dengan rapi meninggalkan halaman kantor besar PT.SGSR kebun manduamas beranjak pulang ketempat masing-masing.(Sahat Tumanggor)

Tuntut Hak Normatif, 600-an Buruh PT.SGSR Kebun Manduamas Tapteng Mogok Kerja.


MANDUAMAS ] CAKRA
Sebanyak 600-an Pekerja / Buruh Perusahaan PT.SGSR kebun manduamas kabupaten tapanuli tengah (tapteng) yang dikoordinir organisasi Federasi Konstruksi,Umum Dan Informal Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (FKUI-SBSI)  melakukan aksi mogok kerja.adanya aksi mogok tersebut dilakukan pekerja/buruh merupakan bentuk rasa kecewa mereka terhadap perusahaan kebun sawit itu.yang tidak memberikan hak-hak normative yang wajar dan pantas untuk diterima para buruh,maka aksi mogok kerja yang dilakukan buruh tersebut berlangsung mulai sejak Rabu (20/7) sekira pukul.08.00 wib.di kantor besar PT.SGSR kebun manduamas.
Adanya aksi mogok kerja yang dilakukan seriakat pekerja/buruh perusahaan sawit sebanyak 600-an itu.berdasarkan surat yang telah disampaikan kepada pihak perusahaan sebelumnya yang ber nomor : 11/PK FKUI-SBSI/PT.SGSR/VII/2011 tentang hal pemeberitahuan mogok kerja sesuai dengan ketentuan Undang-Undang No.13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan Yonto Undang-Undang No.9 Tahun 1998 tentang kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum.maka pihak Komisariat Federasi Konstruksi,Umum Dan Informal Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (FKUI-SBSI) PT.SGSR Kebun manduamas tapteng bersama-sama dengan buruh dan karyawan perusahaan tersebut melaksanakan aksi mogok kerja secara serempak.
Para Pekerja/Buruh dan juga karyawan perusahaan yang sudah puluhan tahun mengabdikan diri kepada  perusahaan itu sudah melarat kian di sengsarakan,karna hak-hak dan aspirasi buruh selama ini telah diabaikan oleh perusahaan,akibat tindakan perusahaan yang tidak manusiawi terhadap buruh selama ini.maka buruh juga sepakat untuk membuka ‘kran’ dan juga Aib perusahaan yang selama ini terkunci rapat oleh oknum-oknum tertentu yang bermental KKN itu memiliki kapasitas penting di dalam perusahaan tersebut.
Selaku Ketua FKUI-SBSI Kabupaten tapanuli tengah (tapteng) Drs.Karles Pakpahan saat dikonfirmasi SKI CAKRA Rabu (20/7) sekira pukul 16.00 wib di kompleks Perusahaan PT.SGSR Kebun manduamas menjelaskan,sangat mendukung dan memperjuangkan hak-hak buruh sesuai denganUndang-Undang Ketenagakerjaan.sebelum adanya aksi mogok kerja dilakukan para buruh/pekerja sebelumnya telah menyurati pihak Dinas  Tenaga Kerja (Disnaker) kabupaten tapanuli tengah (tapteng)  dan pihak perusahaan.untuk melaksanakan aksi tersebut.namun.balasan surat tersebut yang sudah di sampaikan satu minggu yang lalu tidak mendapat tanggapan.maka.
Menyikapi persoalan yang ada di tubuh buruh/pekerja PT.SGSR kebun manduamas yang sudah melekat selama ini.maka Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kadisnakertrans) kabupaten tapanuli tengah (tapteng) Drs.Philips Hutabarat melalui Kabid Disnaker tapteng Switerman Nainggolan dan rombongannya mengajak buruh untuk diskusi menyampaikan keluhan-keluhan dan juga aspirasi buruh yang dilaksanakan tepatnya Rabu (20/7) sekira pukul 14.30 wib di Aula Kantor Besar PT.SGSR kebun manduamas.
Dalam rangka pertemuan yang di gelar diaula PT.SGSR kebun manduamas Kabid Disnaker tapteng Switerman Nainggolan menjelaskan seklaigus menyampaikan ketentuan-ketentuan perundang-undangan ketenagakerjaan terhadap buruh/pekerja.dan memberikan penjelasan tentang pengupahan karyawan sesuai dengan Upah Minimum Propinsi (UMP).dan bisa berdialog secara langsung buruh dengan pihak pemerintah.
Maka Ketua FKUI-SBSI PT.SGSR kebun manduamas kabupaten tapanuli tengah (tapteng) Edowart Sihotang didampingi Sekretarisnya Alinafiah.Siregar membeberkan keluhan buruh tentang tuntutan hak-hak Normatif yang sampai saat ini belum ada respon positif dari perusahaan seperti,Pekerja Buruh yang masih berstatus Buruh Harian Lepas (BHL) yang sudah beberapa tahun dan bahkan ada yang sudah 5 s/d 10-an tahun  mengabdi di perusahaan agar di jadikan sebagai Karyawan tetap,Upah atau gaji Buruh yang sangat jauh dari ketentuan Standarisasi Upah Minimum Propinsi (UMP),Sarana Air Bersih,Bonus,Bongkar Muat,Perlengkepan Safety kerja dan lainnya.maka sempat terjadi adu argumentasi antara pihak pekerja/buruh dan juga dari pihak Disnaker tapteng.
“Kami pekerja/buruh akan tetap mengadakan aksi mogok kerja guna menuntut hak-hak normative kepada perusahaan.maka pihak buruh mengharapkan agar  pemerintah bisa sebagai Mediator guna memberikan solusi permasalahan yang dihadapi para kaum kiri saat ini.karna didalam pertemuan tersebut buruh juga berasumsi bahwa pihak Disnaker tapteng diduga tidak berpihak terhadap persoalan dan kepentingan pekerja/buruh yang ada didalam perusahaan sawit selama ini.seraya kaum kiri tersebut memberikan suara teriakan menggema yang membuat pihak Disnaker sempat kalang kabut menghadapi suara buruh tersebut maka para buruh  bergegas meninggalkan pertemuan tersebut tanpa ada keputusan yang membuahkan hasil positif terhadan nasib buruh perkebunan sawit itu.
Tutrut hadir dalam pertemuan diaula kanto besar PT,SGSR kebun manduamas yakni.pihak Kapolsek Manmduamas AKP.TR.Gea,Danposramil Kecamatan Manduamas Peltu RO.Barasa,Nagori Siregar mewakili Camat Manduamas,Manager Rayon I Ir.Muzianto,Manager Rayon II.Hp.Simanullang,Askep Umum B.Sihotang,KTU PT SGSR Kebun manduamas,rombongan dari Dinas Tenaga Kerja Kabupaten tapanuli tengah dan para buruh perusahaan PT.SGSR kebun manduamas.(Sahat Tumanggor)