Selasa, 28 Februari 2012

Buruh Melakukan Aksi Mogok Kerja Berkepanjangan, PT SGSR Kebun Manduamas Terancam Tutup

MANDUAMAS  CAKRA
Pada hari ke-2 tertanggal 21 Juli 2011 Sebanyak 600-an para Pekerja/Buruh karyawan PT.SGSR kebun manduamas kabupaten tapanuli tengah (tapteng) melakukan orasi sekira pukul 15.00 wib dihalaman kantor besar PT.SGSR kebun manduamas yang langsung dikawal ekstra ketat dari pihak aparat kepolisian Polres tapteng guna mengantisipasi hal-hal yang muncul dari kalangan para buruh/pekerja karyawan PT.SGSR kebun manduamas
Aksi Mogok Kerja yang dilakukan buruh tersebut Sesuai dengan Orasi para buruh/pekerja perkebunan sawit itu dikompleks kantor perusahaan PT.SGSR manduamas.selama ini tindakan yang tidak terpuji itu dipertontonkan pihak perusahaan membuat Intimidasi terhadap pekerja/buruh sehingga pihak Investor yang sudah 20-an tahun lebih  berdiri masih memelihara “Budaya Takut” dan mengkutak-katik hak-hak buruh bahkan aspirasi buruh/karyawan itu di abaikan pihak perusahaan.sehingga para buruh mengecam management perusahaan PT SGSR kecamatan manduamas amburadul dan system pengupahan kepada buruh sampai saat ini tidak jelas.
Ketua FKUI-SBSI PT.SGSR kebun manduamas Edowart Sihotang dalam orasinya menyampaikan.jika perusahaan tidak memberikan hak-hak normative kepada buruh.maka buruh juga akan mengancam melakukan mogok kerja berkepanjangan.adanya aksi mogok kerja dilakukan mulai sejak pada tanggal 20 Juli 2011 hingga tanggal 28 Juli 2011 mendatang.jika memang tuntutan dan hak-hak buruh itu belum di penuhi perusahaan.maka buruh juga akan menambah jadwal mogok kerja yang akan berkepanjangan lagi.sehingga segala sesuatu kegiatan yang ada didalam perusahaan tersebut akan terhenti dan perusahaan diduga terancam akan tutup dan hengkang dari kecamatan manduamas kabupaten tapanuli tengah (tapteng)
Selanjutnya juga disampaikan kaum kiri ini,perusahaan yang sudah berdiri selama 20 tahun lebih dinilai tidak pernah memikirkan kesejahteraan buruh.bahka para pekerja yang sudah puluhan tahun diperusahaan tersebut selalu berstatus Buruh Harian Lepas (BHL) tanpa ada inisiatif untuk memikirkan kesejahteraan nasib karyawannya.sehingga para buruh juga menyampaian Orasinya ditengah panasnya terik matahari.namun buruh juga tetap bertahan untuk memberikan semangat sambil menyanyikan lagu Mars SBSI.
Menurut Alinafiah Siregar selaku Sekretaris FKUI-SBSI PT.SGSR kebun manduamas kabupaten tapanuli tengah (tapteng) menyampaikan tuntutan terhadap kinerja perusahaan PT.SGSR sangat buruh dan ceroboh disetiap mengambil keputusan terhadap karyawan.bahkan para karyawan selalu menerima bahasa Intimidasi dari pihak Manager Rayon I PT SGSR kebun manduamas Ir.Muzianto yang selalu bertindak diluar dugaan karyawan yang selalu memebrikan sanksi terjadinya Mutasi besar-besaran antar Afdeling. terhadap karyawan.sehingga karyawan tersebut dianggap tidak memiliki nilai.
“Sebelum ada keputusan dari perusahaan yang mampu membuat keputusan terhadap tuntutan buruh.maka buruh juga akan mengancam mogok kerja selama 7 (tujuh) hari.apabila perlu buruh juga akan mengadakan aksi mogok yang berkepanjangan.Sebelum pihak PT.SGSR Direksi Kantor (Dirkan) di Medan PT.SGSR Kenrik Ali turun kelapangan.maka pihak buruh akan selalu ngotot memperjuangkan hak-hak mereka yang selama ini telah terzolimi.
Dilanjutkannya,selama ini perusahaan PT.SGSR kebun manduamas memandang buruh dan karyawan hanya  dengan sebelah mata.sehingga segala kepentingan terhadap buruh selalu di kesampingkan.nasib buruh hanyalah sebagai pekerja dan selalu bekerja.jika tenaga buruh sudah habis maka buruh juga tidak lagi dipakai didalam perusahaan itu.karna sebaghagian buruh juga tidak memiliki Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) sehingga sikap yang dipertontonkan kepada buruh yang sudah sengsara kian di sengsarakan pihak perusahaan.maka perusahaan tersebut diduga “sarang perampok” yang menjadikan buruh sebagai tumbal perusahaan hanya demi kepentingan sang pengusaha untuk memperkaya diri sendiri seraya bersorak-sorak didepan kantor dan berkata “Tangkap Muzinto” sebagai dalang dan biang kerok kesengsaraan buruh.
Hasil Pantawan SKI CAKRA dilapangan.pihak klepolisian Polres tapteng mengadakan penjagaan ekstra ketat dari buruh yang menyampaikan aspirasinya,usai melakukan aksi orasi buruh/pekerja PT.SGSR kebun manduamas terasebut .maka secara teratur dan tertata.buruh bergegas dengan rapi meninggalkan halaman kantor besar PT.SGSR kebun manduamas beranjak pulang ketempat masing-masing.(Sahat Tumanggor)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar