Sabtu, 26 April 2014

BANYAK KERBAU MATI MENDADAK DI MANDUAMAS - Flu Kerbau ?

Gambar kerbau
"Sejak hari Selasa yang lalu (22/04/2014) sudah banyak kerbau mati mendadak termasuk kerbau gembalaan saya sendiri" demikian penuturan salah seorang penggembala kerbau marga Sihotang yang tinggal di Afd IV PT. SGSR Kebun Manduamas.

"Kerbau gembalaan teman saya bermarga Simbolon sejak selasa yang lalu sudah banyak yang mati mendadak, kalau kerbau gembalaan saya sendiri masih dua yang mati mendadak sejak 2 hari yang lalu, penyebab kematiannya adalah kerbau susah bernafas, sejak terkena penyakit tersebut dalam hitungan jam kerbau tersebut langsung mati, seperti kebau gembalaan saya kemarin, terkena penyakit susah bernafas tersebut sekitar 10.00 WIB, langsung mati sekitar pukul 16.00 WIB". lanjut Sihotang.

Dari informasi yang kami kumpulkan dari marga sihotang tersebut hari ini (26/04/2014) kami bahwa saat ini di Manduamas, khususnya di wilayah PT. SGSR Kebun Sawit Manduamas sedang terjangkit wabah penyakit kerbau yang brbahaya, hampir mirip dengan penyakit Flu burung yang menghebohkan trsebut. Hal tersebut katanya sudah dilaporkan kepada Mantri Hewan Wilayah Sirandorung-Manduamas Pak Lubis, dari penjelasan beliau, bahwa penyakit kerbau yang mati mendadak tersebut adalah diakibatkan mui di Musim kering/kemarau yang lalu yang hampir lamanya 3 bulan terjadi di Manduamas, Penyakit tersebut adalh sebagai akibat musim kemarau yang lalu, namun karen atiba-tiba musim hujan telah datang, penyakit itu baru mewabah. Dan sebagai pertolongan yang diberikan oleh Mantri Hewan sudah diberikan suntikan kepada kerbau-kerbau milik sihotang yang belum trkena penyakit.

Disisi lain dari penjelasan sang mantri hewan tersebut, Pemerintah Daerah Kabupaten Tapanuli Tengah khususnya, Atau Dinas Peternakan Provinsi Sumatra Utara harus lebih waspada dan hati-hati atas wabah tersebut. Dari gejala yang diceritakan tersebut, Perlu WARNING bagi Dinas Peternakan Sumatera Utara, siapa tahu ada wabah penyakit yang mirip dengan Flu burung sedang berjangkit pada kerbau. Sangat perlulah tim ahli penyakit hewan diturunkan ke Manduamas untuk meneliti lebih jauh mengenai berjangkitnya wabah kerbau yang mati mendadak di Manduamas tersebut. Memang dari penuturan marga Sihotang tersebut bahwa penyakit kerbau mati mendadak tersebut baru masih ada di AFD IV PT. SGSR, belum ada di AFD-AFD yang lain, pada hal ada 11 AFD si PT. SGSR Kebun Sawit Manduamas, dan jumlah kerbau yang ada di sana ribuan ekor jumlahnya.(Administrator)